AJO PIAMAN

Just another WordPress.com weblog

Arsip untuk April, 2007

perkembangan aktivitas gunung talang

 

Perkembangan aktivitas Gunungapi Talang sampai dengan tanggal 19 Maret 2007 pukul 18.00 WIB sebagai berikut:

1.      Status

Berdasarkan hasil analisis data pemantauan, status aktivitas Gunungapi Talang dinyatakan “SIAGA” terhitung mulai tanggal 17 Maret 2007 pkl. 18.00 WIB.

2.      Visual

Pengamatan visual pada pagi hari sampai petang tanggal 19 Maret 2007, keadaan cuaca di sekitar puncak  tertutup kabut sehingga tinggi asap letusan tidak teramati.

3.      Kegempaan

Tanggal 18 Maret 2007 : tercatat gempabumi vulkanik dalam (VA) 15 kejadian, Gempabumi Vulkanik Dangkal (VB) 1 kejadian, Gempabumi Hembusan 8 kejadian, dan tremor/getaran menerus tercatat dari pukul 00:00 hingga 24:00.

Tanggal 19 Maret 2007 : pkl. 06.00 s.d. 18.00 WIB, tercatat Gempabumi Vulkanik Dalam (VA) 8 kejadian, Vulkanik Dangkal (VB) 3 kejadian, Gempabumi Hembusan 10 kejadian, dan Tremor spasmodial (tidak menerus) dari pukul 00:00 hingga 06:00 14 kejadian..

4.      Kesimpulan

1. Dari data kegempaan G. Talang, masih menunjukan tingkat kegiatan yang masih berada pada level “Siaga”.

2. Tim Tanggap Darurat secara siaga penuh melakukan pemantauan dan analisis guna mengikuti perkembangan aktivitas G. Talang.

5. Rekomendasi

1. Dalam status ‘’SIAGA” tidak perlu ada pengungsian namun masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki dan mendekati dalam radius 3 (tiga) kilometer dari kawah aktif G. Talang karena pusat letusan terdapat sebagai pusat letusan dan gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan bagi kehidupan

2.      Saat ini sedang berlangsung musim penghujan, masyarakat hendaknya mewaspadai  aliran lahar dari material letusan G. Talang tahun 2005 di Sungai Batang Ampuan, Sungai Anau Kadok yang berlokasi di kecamatan G. Talang serta sungai – sungai yang berhulu di puncak G. Talang

3.      Diharapkan masyarakat yang bermukim di sekitar G. Talang untuk tetap tenang, selalu menjaga komunikasi untuk koordinasi serta mengikuti dan mentaati semua ketentuan yang ditetapkan oleh Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) dan SATKORLAK PB serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melalui Pos Pengamatan G.Talang di Desa Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.


Pacarku layar LCD

skarang sudah jaman IT, hampir semuanya sekrang diatur oleh IT, apalagi generasi muda saat ini semuanya sudah begitu terikat dengan IT, baim itu handphone, internet, dll. IT telah merasuki kehisupan anak muda sampai koridor pribadi termasuk perkara cinta.

fasilitas sms dan telepon sekarang yang begitu murah dan aplikasi chat membuat pola bercinta yang baru, walaupaun jarak memisahkan hubunga asmara tetap terjalin seolah2 sang kekasih ada di hadapan mata. ini sangat memberikan kemudahan bagi pasangan yang berada pada jarak yang jauh.

jadi aku tetap sayang kamu walau lewat layar LCD

keindahan detail pada arsitektur

  PDF Print E-mail
Tuesday, 30 January 2007
_mg_9536“God is in the detail”, demikian ungkapan arsitek Jerman, Ludwig Mies Van der Rohe (1886-1969) yang mengangkat isu on restraint in design, pada koran New York Herald Tribune, 28 Juni 1959. Ungkapan tersebut sangat tepat untuk mendeskripsikan konsep rumah di Bandung Selatan ini.  Artinya, apapun yang Anda kerjakan, detail adalah yang terpenting. Berarti, proyek sebesar apapun akan bergantung pada kesuksesan komponen yang paling kecil.

_mg_9593Desain rumah yang diliput ini mencerminkan kiat sang arsitek mewujudkan kesempurnaan dalam desain melalui detail elemen arsitekturnya secara lugas dan terukur. Arsitek Alexander I. Santoso yang dikenal inovatif itu kini tampil dengan detail desain arsitektur yang khas pada rumah seluas 500 m2 ini.

Detail dalam rumah ini tidak hanya menyangkut finishing tetapi juga proses untuk menghasilkan kesempurnaan bentuk, interkoneksi serta nuansa yang akan diangkat. Melalui proses ini muncul solusi dengan sentuhan yang khas  untuk mengolah wujud arsitektur secara komplet serta interior yang lebih akrab.

_mg_9594 Secara kasat mata  rumah yang berlokasi di sudut jalan perumahan elit di Bandung Selatan ini mempunyai tampak depan dengan bidang tembok yang maju mundur mengikuti kontur ruang di dalamnya. Sasarannya adalah sebuah hunian ekspresif melalui perpaduan berbagai jenis material. Permainan material menjadi kiat sang arsitek untuk mengangkat konsep kontemporer modern pada tembok depan yang terlihat menyerupai “kue lapis”, melalui perpaduan batu andesit dengan lapisan kaca yang diselipkan di antara tarikan garis-garis nat. Efek yang dihasilkan memberikan tampilan yang berbeda untuk sebuah rumah tinggal.

_mg_9609 Jika eksteriorya terlihat ekspresif, interiornya justru elegan mewujudkan konsep hunian yang homey, simpel, akrab serta berkelas. Pemiliknya menginginkan interiornya yang lapang serta terbuka dan Alex memenuhinya dengan sebuah void di ruangan keluarga. Awalnya void tersebut dibentuk dengan kolom seperti vila Mediteranian yang eksklusif. Namun, rencana tersebut ditinggalkan lalu diganti desain yang lebih simpel. Hasilnya ruangan terasa lebih lebar berkat struktur kolom yang melebar serta atap yang melayang di bagian tengah, diapit skylight pada sisi kanan dan kirinya. Untuk mengurangi teriknya matahari skylight tersebut diberi kisi-kisi dengan kemiringan yang tepat sehingga ruangan di bawahnya terasa lebih nyaman.

9616-9622-9626 Ruang keluarga ini mempunyai pandangan langsung ke berbagai ruangan lainnya seperti ruangan makan dan pantry yang berada di lantai dasar serta ruangan karaoke, tempat main anak, kamar tidur utama dan koridor ke kamar tidur lainnya yang berada di lantai atas. Ruangan tengah yang “membuka” tersebut adalah permintaan sang pemilik yang ingin memantau anak-anak jika berada di rumah. Walaupun begitu bukaan-bukaan tersebut secara arsitektural mempermudah cahaya memasuki ruangan-ruangan serta memberi efek dimensi ruang yang lebih luas selain melapangkan visualisasi antar lantai.

Foyer juga didesain menjadi void yang lebih kecil sedangkan koridor membaginya menjadi dua sisi ruangan, yaitu ruangan makan dan ruangan keluarga. Di sini sebuah partisi kaca membagi lagi pandangan ke arah tangga yang menurut hong shui harus ditempatkan berhadapan dengan pintu masuk. Tangga di balik partisi kaca dan aluminium ini dibalut parket kayu dan diberi sentuhan spesial berupa step-closing terbuat dari kayu sungkai. Alhasil detail seperti ini sanggup memperindah suasana di area tangga tersebut. Selain itu lantai dasar dilapisi marmer berukuran 120 x 120 cm yang memberi tampilan eksklusif. Kusennya menggunakan kayu jati sehingga serasi dengan daun pintu yang terbuat dari bahan yang sama.

Alex berkata, “Detail arsitektural rumah ini paling rumit dibandingkan dengan rumah-rumah yang pernah saya kerjakan sebelumnya”. Hasilnya terlihat bahwa  desain dan finishing-nya menjadi mewah yang berbeda dari rumah lainnya.

Tulisan ini saya kutip dari era muslim dan menarik saya cukup menarik (untuk pria lajang seperti saya maksudnya.. he..hee)

Asalamualaikum Ibu Anita.

Saya pria berusaia 30 tahun, dalam hal pemahaman mengenai agama, saya akui saya masih sangat kurang.

Beberapa bulan ini saya bertemu dengan seorang gadis berkerudung yang saya nilai sangat baik dalam segala hal, dari segi agama, ahlak dan sebagainya, pada awalnya kami cukup, pada saat saya utarakan apa maksud sayauntuk mendekati Miss L, dia menolak secara halus dengan berbagai pertimbangan, berkali kali saya mencoba meyakinkan dia, namun dengan hasil yang sama, dan sampai sekarang saya masih tetap berharap.

Entah kenapa sekarang ini saya menjadi sangat terobsesi untuk mendapat gadis berkerudung meski saya akui saya tidak berani untuk mendekati gadis berkerudung ini.

Pertanyaannya: apakah wanita saleha hanya untuk laki laki soleh saja? Terima kasih.

Wassalam,

Lsm

Jawaban

Assalammua’laikum wr. wb.

Saudara Lsm yang dimuliakan Allah,

Nampaknya anda merasa tidak percaya diri untuk mendekati gadis berkerudung. Padahal hak setiap muslim untuk mencari wanita sholeha, jadi sangat wajar jika anda mengharapkan untuk mendapatkan pasangan wanita yang baik agamanya. Bahkan merupakan hal yang baik jika salah satu kriteria anda adalah seorang wanita yang sudah menjalankan salah satu perintah Allah yaitu menutup auratnya dengan berkerudung.

Selain itu memang menjadi hak anak anda kelak untuk mendapatkan ibu seorang wanita sholehah, sehingga menjadi kewajiban bagi seorang muslim dan muslimah untuk mencari pasangan yang baik bagi perkembangan buah hatinya nanti. Jika anda bertanya apakah seorang wanita sholeha memang untuk lelaki sholeh maka memang begitulah Allah menjanjikan. Namun kesholehan itu sesuatu yang berproses dan bisa berubah tergantung dari setiap pribadi dalam menjalani rentang kehidupannya.

Banyak sedikitnya pemahaman seseorang dalam agama menurut saya bukan menjadi tolak ukur kesholehan, namun bagaimana seseorang mempraktekkan dengan benar apa yang dipahaminya sesuai dengan perintah Allah dan teladan Rasul-Nya. Masalah pemahaman agama adalah sesuatu yang dapat terus diusahakan dan menjadi kebutuhan seseorang yang ingin bertindak benar dalam agamanya.

Jadi saran saya, jangan putus asa untuk berusaha mendapatkan wanita sholeha meski ilmu agama belum banyak. Contohnya adalah ketika ada salah seorang wanita muslimah di zaman Rasul yang hendak dilamar seorang lelaki yang belum beragama Islam, wanita sholeha tersebut setuju namun maharnya adalah keIslaman lelaki itu dan akhirnya merekapun menikah. Artinya pemahaman agama yang dimiliki saat ini bukanlah penghalang selama lelaki itu terus berusaha memperbaiki diri dan agamanya maka seiring dengan itu maka Allah juga akan memudahkan baginya mendapatkan wanita sholeha yang akan mendukung perbaikan dirinya.

Jika wanita yang sekarang belum berkenan, maka insya Allah jika anda niatkan pernikahan itu karena Allah dan untuk perbaikan agama anda maka yakinlah Allah akan datangkan wanita sholehah yang sesuai harapan anda. Optimis dan yakin serta terus perdalam wawasan keagamaan anda, bukankah Allah sebagaimana prasangka hamba-Nya kepada-Nya? Wallahu’ambishshawab.

Wassalammu’alaikum wr. wb.

tangan-tangan mungil pencari timah

tangan-tangan Mungil Pencari Timah
 
 
  Selasa | 13 Maret 2007 | 9:21 wib | 20 Komentar
 


Kompas/ Lusianus Andreas Sarwono

Deni Pratama (10) melimbang pasir timah di alur Sungai Mangkol, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, akhir pekan lalu. Deni sudah melakukan pekerjaan ini selama empat tahun. Akibat impitan ekonomi yang kian berat, pelimbang-pelimbang cilik terus bermunculan.

Panas matahari yang memanggang bumi tak membuat Deni Pratama gelisah. Dengan tekun tangan-tangan kecilnya mengeruk tanah dan memasukkannya ke ember hitam. Tubuhnya terbenam hingga sepinggang di air keruh yang mengalir pelan.

Setelah terisi penuh, dengan tertatih-tatih Deni membawa ember itu ke tepian. Di sana tanah dituang ke atas selembar karung yang telah ia siapkan. Deni kemudian menyiram gundukan tanah itu berulang-ulang dengan cairan dari sebuah piring plastik warna merah.

“Saya sedang melimbang timah,” kata bocah umur 10 tahun ini. Dalam gundukan tanah yang dilimbang itu terkandung butiran-butiran halus pasir timah.

Sambil terus menyirami gundukan tanah, Deni bercerita bahwa dirinya sudah melimbang timah sejak ia duduk di bangku kelas dua sekolah dasar (SD), atau empat tahun yang lalu. Seusai sekolah, ia pulang ke rumah untuk ganti baju. Tas sekolah yang semula berisi buku dan pensil diganti isinya dengan alat-alat melimbang, yakni piring plastik, selembar karung, dan gelas bekas air mineral untuk menampung pasir timah.

Deni bersama kakaknya, Martin (13), lalu bersepeda menuju tempat-tempat bekas penambangan timah, seperti di alur sungai di Desa Mangkol, Kecamatan Pangkalan Baru, Bangka Tengah, yang sudah rusak parah akibat aktivitas penambangan timah rakyat.

Bapak Deni dulunya menambang timah. Namun, sekarang ia tidak kuat lagi berlama-lama berendam dalam air karena sakit paru-paru yang kian parah. “Sekarang Bapak jadi tukang batu. Penghasilannya paling Rp 300.000 sebulan,” ujarnya.

Ibu Deni sudah dua bulan terakhir tidak melimbang timah karena baru melahirkan. Karena beban ekonomi yang kian berat, Martin terpaksa keluar dari bangku kelas satu SMP.

Kadang Deni melimbang hingga pukul lima sore. Jika beruntung, ia bisa mengumpulkan satu kilogram pasir timah per hari. Per kilogram dihargai Rp 28.000. “Pernah sampai sore tidak dapat apa-apa,” ucapnya. Sekujur kakinya penuh luka infeksi akibat terlalu sering berendam di air kotor.

Pekerjaan melimbang juga dilakukan Jimi (10). Tujuh bulan lalu ia putus sekolah dari bangku kelas lima SD Ar Ketimbai, Air Gegas, Bangka Selatan. Bapak ibunya petani karet.

Peristiwa pembakaran dan penjarahan di Dusun Air Sampik sekitar dua tahun lalu membuat puluhan warga, termasuk orangtua Jimi, jatuh miskin.

“Saya ngelimbang disuruh orangtua. Untuk bantu-bantu menambah penghasilan,” tuturnya. Bekerja hingga sore hari, pasir timah yang didapat hanya sekitar setengah kilogram.

Abdul Manaf, tokoh masyarakat Air Sampik, mengatakan, warganya kebanyakan pendatang dari Jawa dan Palembang. Warga perantau ini mengadu nasib dengan menjadi petani lada dan penambang timah.

Namun, dua sektor andalan Bangka Belitung itu kini jatuh terpuruk. Maka, pelimbang-pelimbang berusia muda pun terus bermunculan seiring meningkatnya angka putus sekolah.

Dengan terpilihnya Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Eko Maulana Ali baru-baru ini, semoga Deni, Martin, Jimi, serta anak-anak pelimbang timah lainnya dapat merasakan hidup yang lebih sejahtera. Tangan- tangan mungil itu sebaiknya berada di meja sekolah, bukan di air kotor. Kita tunggu….

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.